Selasa, 27 Februari 2024

Lontong Sumpil, Kuliner Jadul Kudus yang Hampir Punah

Anggara Jiwandhana
Sabtu, 27 Januari 2024 12:07:00
Lontong Sumpil penganan jadul Kudus yang hampir punah (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), sejatinya banyak sekali kuliner-kuliner khas yang belum dikenal masyarakat luas. Salah satunya adalah Lontong Sumpil. Sayangnya, kuliner jaman dulu alias jadul ini hampir punah seiring berkembangnya zaman.

Kuliner Lontong Sumpil sendiri merupakan penganan asli dan khas dari Kudus Kulon. Jika diperhatikan sekilas, penganan tersebut mirip dengan lentog Kudus. Meskipun sama-sama disajikan dengan lontong, namun kuahnya memiliki cita rasa yang berbeda.

Pengamatan Murianews.com, kuah dari lontong sumpil sendiri lebih mirip kuah nasi jangkrik yang berisi tahu hingga tempe dengan warna yang cukup merah. Sehingga ketika disajikan, akan sangat menggugah selera.

Tambahan taburan serundeng dan bubuk kedelai di atasnya juga menjadi senjata utama penganan ini untuk menggaet pecinta kuliner. Dua bumbu tersebut akan semakin membuat makanan khas Kudus Kulon ini punya citarasa yang unik.

Jika kamu berminat mencicipi penganan itu, baru-baru ini makanan tersebut muncul kembali di Pasar Kuliner Jadul di Taman Menara Kudus yang digelar dalam rangka Pasar Kuliner Jadul Ta’sis Masjid Menara Kudus ke 489 tahun 2024.

 Festival makanan ini digelar sejak Kamis (20/1/202) hingga Selasa (30/1/2024) mendatang.

Penjual Lontong Sumpil Reza Badarul mengungkapkan, lontong sumpil ini tidak dia hadirkan setiap hari. Khusus di even kali ini saja dia menghadirkan pengananan yang ngeteren era 90-an tersebut.

”Makanan ini khas Kudus Kulon, tapi sekarang tidak ada yang jual, ini kami hadirkan di sini (Pasar Kuliner Jadul) agar masyarakat bisa mencicipinya,” ucapnya Kamis (27/7/2023).

Di era sekarang, lanjutnya, memang ada sedikit modifikasi bentuk dan isi dari lontong sumpil. Dahulu, lontong dibungkus dengan daun bambu yang berbentuk segitiga. Bentuk inilah yang kemudian menjadi dasar dari penamaannya.

”Sekarang kan lebih pakai lontong ya, kemudian disiram kuah tahu yang diiris kecil-kecil lalu ditaburi bubuk kedelai dan serundeng,” pungkasnya.

Bila kamu berminat, kunjungilah festival kuliner itu. Banyak aneka penganan jadul alias tempo dulu dihadirkan. Tercatat ada sekitar 25 stan penjual yang menjajakan penganan-penganan khas jaman dulu.

 

Komentar