Selasa, 27 Februari 2024

Wedang Uwuh, Minuman Hangat yang Tak Sengaja Ditemukan

Zulkifli Fahmi
Senin, 6 November 2023 18:52:00
Wedang Uwuh. (Instagram/@wedanguwuh.berkawan)

Murianews, Kudus – Indonesia dikenal kemasyurannya akan produk rempah. Ragam sangat melimpah karena Indonesia merupakan endemik tanaman rempah.

Berjuta kemanfaatannya pun telah mengundang kapal dari Eropa untuk mencari rempah. Pala, cengkeh, lada, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya banyak diangkut sejak Indonesia belum merdeka, bahkan sudah dari zaman Kerajaan dulu.

Memasuki musim penghujan seperti saat ini, minuman rempah sangat menjadi andalan sejak zaman dulu. Salah satunya wedang uwuh, khas Yogyakarta.

Mengutip dari laman Kemdikbud, Senin (6/11/2023), wedang uwuh pertama kali tersebar dari Imogiri, sebuah tempat di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Wedang uwuh merupakan minuman kesehatan dengan bahan rempah rempah, seperti jahe, kayu secang, daun cengkeh, dauh pala, kayu manis dan gula batu.

Dari Imogiri, minuman ini kemudian menyebar hingga ke seluruh Bumi Mataram. Bahkan, minuman ini dapat ditemui di luar Yogyakarta dan telah menjadi sajian di beberapa hotel.

Menurut sejarahnya, wedang uwuh ternyata ditemukan secara tidak sengaja. Saat itu, Sultan Agung dan beberapa pengawalnya mencari tempat untuk pemakaman keluarga Raja Mataram.

Kemudian Bukit Merak Imogiri, Kabupaten Bantul ditetapkan sebagai tempat yang paling cocok untuk makam keluarga raja.

Suatu malam di atas bukit, Sultan Agung meminta pengawalnya untk membuatkan wedang secang. Namun, terpaan angin membuat beberapa daun dan ranting pohon jatuh ke wedang milik Sultan Agung.

Wedang itu pun bercampur dengan daun-daun dan ranting yang jatuh tadi. Namun ternyata, rasa wedang tersebut justru menambah kenikmatan.

Keesokannya, Sultan Agung meminta wedang yang sama. Para pengawal pun kemudian mencari tahu yang ternyata wedang yang diminum Sultan Agung.

Setelah diperiksa gelas bekas minumannya ternyata tak hanya berisi serutan kayu secang, ada beberapa daun yang masuk di dalamnya. Minuman itu kemudian dinamai wedang uwuh.

Dalam perkembangannya, wedang uwuh ini kemudian menjadi sajian para Raja Mataram dan untuk menjamu para tamu Kerajaan. Ramuan ini bahkan telah tersebar dan digemari masyarakat.

Berikut bahan-bahan wedang uwuh.

- Serutan kayu secang kering
- Daun cengkeh
- Jahe
- Serai
- Kapulaga
- Daun pala
- Gula batu atau madu (sebagai pemanis)

Wedang uwuh juga memiliki khasiat yang luar biasa. Masing-masing bahannya memiliki khasiatnya tersendiri.

Kayu secang atau caesalpinia sappan mengandung bahan yang bersifat antioksidan, antikanker, melancarkan peredaran darah, dan melegakan pernapasan.

Jahe (zingiber officinale) bersifat antikoagulan yang bermanfaat dalam mencegah penggumpalan darah, juga mengandung antioksidan yang berguna untuk mengatasi radikal bebas. Kandungan mineral lain dalam jahe juga bisa memperkuat otot usus dan merangsang selaput lendir perut besar. Jahe juga menguatkan lambung, memperbaiki, dan melancarkan pencernaan.

Daun cengkeh (Syzygium aromaticum) bersifat kimiawi yang hangat, bersifat aromatik, rasanya tajam, dan mempunyai efek farmakologis sebagai antiseptik, perangsang (stimulan), anestetik lokal, menghilangkan kolik, dan peluruh kentut (karminatif), serta bisa mengobati rematik, radang lambung, sinusitis, campak, sakit gigi, batuk, sakit kepala, kembung, mual dan muntah, masuk angin, dan terlambat haid.

Daun pala (Myristica fragrans), kandungan kimianya, seperti saponin, polifenol, dan flavonoid ampuh dalam mengatasi insomnia, batuk berlendir, masuk angin, mengobati kejang otot, dan meredakan nyeri. Selain itu, juga bersifat antiemetik (mengatasi rasa mual), stomakik (melancarkan pencernaan), dan karminatif (melancarkan buang angin).

Daun kayu manis (Cinnamomum burmani), selain rasanya yang manis, juga berkhasiat sebagai antioksidan, mengatasi sakit perut, kembung, sakit kepala karena sinus, dan memulihkan rasa lelah, serta meningkatkan imunitas tubuh.

Kapulaga (Elettaria cardamomum) kaya kandungan protein, gula, lemak, minyak atsiri, sineol, terpineol, karvona, dan mineral penting sehingga bermanfaat untuk obat batuk dan mencegah pengeroposan tulang.

Serai (Andropogon nardus) berkhasiat sebagai obat batuk, peluruh dahak, bahan kumur, peluruh keringat, dan menghangatkan badan. Selain itu juga berkhasiat meredakan kejang, penurun panas, dan menambah nafsu makan.

Komentar