Solaria dikenal dengan makanan yang enak. Salah satunya nasi goreng sambal ijo khas Solaria.
Namun banyak yang belum tahu siapa pemilik Solaria. Ternyata ini dia Ini dia pemilik Solaria, salah satu restoran yang cukup terkenal di Indonesia tersebut.
Pemilik Solaria itu diketahui bernama Aliuyanto. Ia merupakan alumnus Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta tahun 1985.
Dikutip dari laman resmi UGM, jika Aliuyanto pemilik Solaria ini mulai membuka usaha ini tahun 1991. Awalnya, Solaria dibuka hanya dengan empat karyawan saja.
[caption id="attachment_386471" align="alignleft" width="1280"]

Auliyanto, pemilik Solaria. (Youtube Alumni UGM)[/caption]
Namun semenjak tahun 1995, popularitas Solaria meningkat tajam hingga bisa membuka ratusan cabang di berbagai provinsi di Indonesia.
Baca: Mengenal Angel Emithasari Kades Cantik di Lamongan, Ini Profilnya
Sebelum mendirikan Solaria, Aliuyanto pernah bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji yang cukup besar. Ia bekerja selama lima tahun, dan memilih terjun langsung ke dunia bisnis kuliner.Ia mengakui lebih memilih terjun melakukan usaha sendiri, karena bekerja sebagai karyawan di perusahaan tidak memberikan tantangan bagi dirinya.Meski demikian, untuk mendirikan Solaria yang saat ini menjadi restoran besar bukan hal yang mudah. Apalagi ia mengawali bisnis ini dengan modal yang cekak.Modal itu merupakan sisa gaji selama lima tahun ia bekerja sebagai karyawan. Namun dari kebulatan tekat dan keuletannya, ia pun mampu mengembangkan Solaria hingga mampu mempekerjakan ribuan orang.
Baca: Duh! Seluruh Toko Buku Gunung Agung Akan Tutup MassalDikutip dari akun Twitter resmi Solaria, nama Solari sendiri diambil dari bahasa Latin yakni ”solar” yang artinya matahari. Dengan nama ini Solaria menjadi terus bercahaya.Auliyanto pernah menyatakan jika untuk mengelola agar perusahaan bisa berjalan dengan baik, ia menerapkan prinsip sederhana bahwa setiap hambatan harus diselesaikan dengan ilmu dan kemampuan.”Itu saya dapatkan di bangku kuliah. Karena saya ingin mengembangkan brand, maka brand inilah yang harus saya pertahankan,” katanya.
Murianews, Jakarta – Solaria menjadi salah satu restoran yang terkenal di Indonesia. Gerai Solaria banyak ditemui di berbagai daerah.
Solaria dikenal dengan makanan yang enak. Salah satunya nasi goreng sambal ijo khas Solaria.
Namun banyak yang belum tahu siapa pemilik Solaria. Ternyata ini dia Ini dia pemilik Solaria, salah satu restoran yang cukup terkenal di Indonesia tersebut.
Pemilik Solaria itu diketahui bernama Aliuyanto. Ia merupakan alumnus Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta tahun 1985.
Dikutip dari laman resmi UGM, jika Aliuyanto pemilik Solaria ini mulai membuka usaha ini tahun 1991. Awalnya, Solaria dibuka hanya dengan empat karyawan saja.
[caption id="attachment_386471" align="alignleft" width="1280"]

Auliyanto, pemilik Solaria. (Youtube Alumni UGM)[/caption]
Namun semenjak tahun 1995, popularitas Solaria meningkat tajam hingga bisa membuka ratusan cabang di berbagai provinsi di Indonesia.
Baca: Mengenal Angel Emithasari Kades Cantik di Lamongan, Ini Profilnya
Sebelum mendirikan Solaria, Aliuyanto pernah bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji yang cukup besar. Ia bekerja selama lima tahun, dan memilih terjun langsung ke dunia bisnis kuliner.
Ia mengakui lebih memilih terjun melakukan usaha sendiri, karena bekerja sebagai karyawan di perusahaan tidak memberikan tantangan bagi dirinya.
Meski demikian, untuk mendirikan Solaria yang saat ini menjadi restoran besar bukan hal yang mudah. Apalagi ia mengawali bisnis ini dengan modal yang cekak.
Modal itu merupakan sisa gaji selama lima tahun ia bekerja sebagai karyawan. Namun dari kebulatan tekat dan keuletannya, ia pun mampu mengembangkan Solaria hingga mampu mempekerjakan ribuan orang.
Baca: Duh! Seluruh Toko Buku Gunung Agung Akan Tutup Massal
Dikutip dari akun Twitter resmi Solaria, nama Solari sendiri diambil dari bahasa Latin yakni ”solar” yang artinya matahari. Dengan nama ini Solaria menjadi terus bercahaya.
Auliyanto pernah menyatakan jika untuk mengelola agar perusahaan bisa berjalan dengan baik, ia menerapkan prinsip sederhana bahwa setiap hambatan harus diselesaikan dengan ilmu dan kemampuan.
”Itu saya dapatkan di bangku kuliah. Karena saya ingin mengembangkan brand, maka brand inilah yang harus saya pertahankan,” katanya.