Lontong Sumpil, Kuliner Khas Kudus Kulon yang Kini Jarang Ditemui
Anggara Jiwandhana
Senin, 8 Juli 2024 14:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Namanya adalah Lontong sumpil. Jika diperhatikan sekilas penganan ini memang mirip lentog Kudus. Meski begitu nasibnya tak semulus Lentog Kudus karena kuliner khas Kudus Kulon ini sudah jarang diperjualbelikan.
Seperti dibilang tadi, penganan ini sangat mirip dengan lentog. Sama-sama disajikan dengan lontong, sama-sama juga disiram kuah. Namun, jenis kuahnya inilah yang membedakannya.
Kuah dari lontong sumpil sendiri lebih mirip seperti kuah nasi jangkrik yang berisi tahu hingga tempe dengan warna yang cukup merah. Sehingga ketika disajikan, akan sangat menggugah selera.
Lontong sumpil juga bisa dibilang punya kondimen tambahan yang cukup unik. Ada taburan serundeng dan bubuk kedelai yang ada di atasnya yang membuat rasanya tambah menarik
Kuliner jadul nan langka inipun sedang muncul kembali di Pasar Kuliner Jadul di Alun-Alun Kulon atau Taman Menara Kudus. Kegiatan ini digelar dalam rangka Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 2024. Festival makanan ini digelar hingga Senin (15/7/2023) mendatang.
Penjual Lontong Sumpil Reza Badarul mengungkapkan, lontong sumpil ini tidak dia hadirkan setiap hari. Khusus di even kali ini saja dia menghadirkan pengananan yang ngeteren era 90-an tersebut.
Harganya pun cukup terjangkau. Satu porsi lontong sumpil dia banderol dengan harga Rp 10 ribu saja.
”Makanan ini khas Kudus Kulon, tapi sekarang tidak ada yang jual, ini kami hadirkan di sini (Pasar Kuliner Jadul) agar masyarakat bisa mencicipinya,” ucapnya.
Di era sekarang, lanjutnya, memang ada sedikit modifikasi bentuk dan isi dari lontong sumpil. Dahulu, lontong dibungkus dengan daun bambu yang berbentuk segitiga. Bentuk inilah yang kemudian menjadi dasar dari penamaannya.
”Sekarang kan lebih pakai lontong ya, kemudian disiram kuah tahu yang diiris kecil-kecil lalu ditaburi bubuk kedelai dan serundeng,” sambungnya.
Dia pun mempersilahkan warga Kudus yang ingin merasakan sensasi penganan jadul ini bisa langsung ke stan makanannya yang ada di Pasar Kuliner Jadul Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 2024 hingga 15 Juli mendatang.



