Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Indonesia dikenal kaya akan menu makanan khas. Hampir di setiap daerah punya makanan khas yang lezat dan ngangeni atau bikin kangen.

Selain dibuat dari bahan lokal, sejumlah makanan khas juga punya nama unik dan nyleneh. Salah satunya adalah kethek yang menjadi nama makanan khas dari Kebumen, Jawa Tengah.

Nama Kethek ini barangkali terdengar tidak lazim bukan untuk nama sebuah makanan. Namun, memang inilah nama yang diberikan warga Kebumen untuk makanan jadul itu.

Baca juga: Ini Makanan Indonesia yang Mendunia, Ada yang Jadi Favorit Mantan Presiden AS Barack Obama lho

Melansir dari Suara.com, Kethek ini telah ada sejak zaman dahulu dan sering disajikan sebagai menu sarapan. Kethek umumnya disantap dengan nasi hangat, tempe goreng dan juga getuk.

Kuliner asli Kebumen ini terbuat dari perasan ampas pembuatan minyak kelapa yang kerap dijuluki dengan blondo. Lalu, blondo tadi dikukus lantas diberi bumbu seperti cabai, garam, kencur, gula, bawang putih, bawang merah, daun salam dan juga lengkuas.

Terbungkus daun pisang, aroma dari kethek ini sangat harum dan menggugah selera. Karena rasanya yang unik, tidak heran jika Kethek banyak digemari oleh warga lokal dan juga wisatawan.Tetapi sayangnya, keberadaan Kethek ini sudah mulai jarang ditemui naik di pasar hingga etalase pusat jajanan tradisional. Tidak adanya regenerasi yang baik membuat para pembuat Kethek semakin berkurang.Kendati demikian, masih ada dua sampai dengan empat tempat yang masih menawarkan Kethek ini di pasar tradisional. Nah, jika Anda berksempatan mampir ke Kebumen, jangan lupa untuk mencicipi sajian Kethek ini.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: suara.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler