MURIANEWS, Karanganyar – Es dawet cendol merupakan salah satu minuman favorit semua kalangan. Kebanyakan, cendol dawet dibuat dari bahan tepung beras.
Nah, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ada
cendol dawet yang bahan utamanya berasal dari ubi ungu. Pemilihan ubi ungu dilatarbelakangi melimpahnya komoditas ini di sebagian wilayah Karanganyar.
Melansir dari Solopos.com, minuman segar ini dijajakan di sekitar Pasal Tegalgede, Bejen, Kecamatan Karanganyar. Lokasi tepatnya ada di pojokan luar tembok sisi utara-barat pasar.
Baca juga: Jamu Coro Khas Demak, Minuman Tradisional yang Sudah Ada sejak Zaman Kasultanan BintoroMinuman manis dengan isi cendol itu sendiri terasa nikmat dan menyegarkan tenggorokan. Di dalam semangkuk es dawet ini ada isian cendol, bubur mutiara, dan agar-agar yang disiram santan. Lalu semua itu ditambahi gula jawa yang kental sebagai pemanisnya.
Jika meminum di tempat, pembeli akan mendapatkan gratis tape ketan yang langsung dicampurkan ke mangkuk. Yang unik dari es dawet ini adalah cendolnya yang dibuat dari ubi ungu asli. Sehingga selain warna cendolnya ungu, sensasi rasa ubi ungunya juga terasa banget.
Soal rasanya tidak kalah dengan es cendol dawet biasanya. Bahkan, rasa segarnya bisa bikin ambyar.
Es dawet ungu ini dijual Surono. Pria 40 tahun itu awalnya menggunakan cendol pakai bahan tepung biasa, warnanya putih. Lalu dia coba berkreasi menggunakan bahan ubi ungu yang banyak ditanam di daerah Matesih, Tawangmangu.
”Ternyata pembeli suka,” ujarnya, Rabu (24/8/2022).Surono sudah berjualan es dawet ungu sejak sekitar lima tahun lalu. Ia kini memiliki banyak pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, guru, pegawai, hingga bakul sayur untuk dijual lagi.Dalam sehari, rata-rata ia menjual 200 prosi. Harganya juga ramah kantong, cukup Rp 4.000 seporsi, kita bisa merasakan kesegaran ubi ungu yang diguyur santan dan gula jawa.Bagi yang ingin membeli es dawet ubi ungu ini sebaiknya datang sebelum pukul 12.30 WIB karena setelah itu biasanya sudah habis. ”Saya buka jam 08.30 WIB sampai sekitar jam 12.30 WIB karena jam segitu biasanya sudah habis,” ujar warga Tegalgede, Kecamatan Karanganyar ini.Tidak hanya es dawetnya yang unik, tetapi gerobak Surono ini juga unik. Karena alat untuk berjualan ini juga serba berwarna ungu. Gerobak itu menyatu dengan sepeda motor yang sudah dimodifikaai. Lagi-lagi, sepeda motor ini juga berwarna ungu.”Gerobak dan sepeda motornya saya bikin berwarna ungu semua agar temanya sama dengan dawet ungu atau ubi ungu,” imbuh Surono. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: solopos.com
[caption id="attachment_310868" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Ilustrasi es cendol dawet ubi ungu khas Karanganyar (buliran.com)[/caption]
MURIANEWS, Karanganyar – Es dawet cendol merupakan salah satu minuman favorit semua kalangan. Kebanyakan, cendol dawet dibuat dari bahan tepung beras.
Nah, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ada
cendol dawet yang bahan utamanya berasal dari ubi ungu. Pemilihan ubi ungu dilatarbelakangi melimpahnya komoditas ini di sebagian wilayah Karanganyar.
Melansir dari Solopos.com, minuman segar ini dijajakan di sekitar Pasal Tegalgede, Bejen, Kecamatan Karanganyar. Lokasi tepatnya ada di pojokan luar tembok sisi utara-barat pasar.
Baca juga: Jamu Coro Khas Demak, Minuman Tradisional yang Sudah Ada sejak Zaman Kasultanan Bintoro
Minuman manis dengan isi cendol itu sendiri terasa nikmat dan menyegarkan tenggorokan. Di dalam semangkuk es dawet ini ada isian cendol, bubur mutiara, dan agar-agar yang disiram santan. Lalu semua itu ditambahi gula jawa yang kental sebagai pemanisnya.
Jika meminum di tempat, pembeli akan mendapatkan gratis tape ketan yang langsung dicampurkan ke mangkuk. Yang unik dari es dawet ini adalah cendolnya yang dibuat dari ubi ungu asli. Sehingga selain warna cendolnya ungu, sensasi rasa ubi ungunya juga terasa banget.
Soal rasanya tidak kalah dengan es cendol dawet biasanya. Bahkan, rasa segarnya bisa bikin ambyar.
Es dawet ungu ini dijual Surono. Pria 40 tahun itu awalnya menggunakan cendol pakai bahan tepung biasa, warnanya putih. Lalu dia coba berkreasi menggunakan bahan ubi ungu yang banyak ditanam di daerah Matesih, Tawangmangu.
”Ternyata pembeli suka,” ujarnya, Rabu (24/8/2022).
Surono sudah berjualan es dawet ungu sejak sekitar lima tahun lalu. Ia kini memiliki banyak pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, guru, pegawai, hingga bakul sayur untuk dijual lagi.
Dalam sehari, rata-rata ia menjual 200 prosi. Harganya juga ramah kantong, cukup Rp 4.000 seporsi, kita bisa merasakan kesegaran ubi ungu yang diguyur santan dan gula jawa.
Bagi yang ingin membeli es dawet ubi ungu ini sebaiknya datang sebelum pukul 12.30 WIB karena setelah itu biasanya sudah habis. ”Saya buka jam 08.30 WIB sampai sekitar jam 12.30 WIB karena jam segitu biasanya sudah habis,” ujar warga Tegalgede, Kecamatan Karanganyar ini.
Tidak hanya es dawetnya yang unik, tetapi gerobak Surono ini juga unik. Karena alat untuk berjualan ini juga serba berwarna ungu. Gerobak itu menyatu dengan sepeda motor yang sudah dimodifikaai. Lagi-lagi, sepeda motor ini juga berwarna ungu.
”Gerobak dan sepeda motornya saya bikin berwarna ungu semua agar temanya sama dengan dawet ungu atau ubi ungu,” imbuh Surono.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com