Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Daging sapi selama ini paling digemari orang Indonesia, selain daging kambing dan kerbau. Rasanya yang lezat ketika diolah menjadi berbagai menu masakan menjadi salah satu alasannya.

Di samping itu, daging sapi dinilai lebih rendah kolesterol dibandingkan daging kambing. Ini juga menjadi alasan lainnya kenapa daging sapi lebih favorit.

Selama ini, daging sapi bisa dibuat dalam beragam menu makanan. Salah satunya adalah dibikin steak.

Menu steak ini biasanya diambilkan dari bagian daging sapi yang disebut sirloin dan tenderloin. Kedua bagian daging sapi ini punya tekstur yang empuk dan cocok dimasak jadi steak.

Namun, perlu diketahui jika ada perbedaan antara sirloin dan tenderloin. Berikut perbedaannya, seperti dilansir dari Halodoc, Rabu (2/11/2022).

1. Bagian Daging

Sirloin menjadi bagian daging yang berada di dekat panggul sapi. Sirloin juga kerap dibagi menjadi dua jenis, yaitu sirloin bagian atas dan bawah. Bagian sirloin berada di dekat dengan kaki belakang sehingga lebih banyak mengalami gerakan saat sapi berjalan. Kondisi ini meningkatkan massa otot pada daging sirloin.

Sedangkan, daging tenderloin dikenal juga sebagai psoas mayor yang merupakan otot lonjong yang memanjang tepat di belakang tulang belakang. Bagian ini tidak banyak mengalami gerakan sehingga bagian ini memiliki tekstur yang lembut.

2. Tekstur

Tenderloin memiliki tekstur daging yang lebih lembut sehingga saat diolah, daging ini menjadi lebih empuk jika dibandingkan dengan sirloin. Untuk itu, pastikan kamu bisa mengolah berbagai jenis daging sapi dengan baik agar dagingnya bisa dikonsumsi dengan nikmat.

3. Kandungan Lemak

Jangan bingung saat memilih jenis daging untuk steak. Pastikan kamu mengetahui kandungan lemak dari sirloin maupun tenderloin. Keduanya memiliki tingkat lemak yang berbeda.

Meskipun umumnya daging sirloin terbungkus dengan lemak, tetapi dagingnya memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan tenderloin.
Dalam 100 gram daging sirloin mengandung delapan gram lemak, sedangkan 100 gram daging tenderloin memiliki kandungan lemak sebesar 18 gram. Jadi, sebaiknya pilihlah jenis daging yang tepat untuk dikonsumsi agar tidak menimbulkan keluhan kesehatan ke depannya.4. Cara MemasakDaging sirloin sangat cocok untuk dipanggang pada suhu yang panas. Namun, kamu tidak boleh memanggangnya terlalu lama karena dapat menyebabkan daging menjadi lebih keras. Pangganglah sekitar 6-10 menit untuk masing-masing sisi agar bisa dinikmati dengan nikmat.Sedangkan untuk daging tenderloin, masak dengan durasi dengan lebih singkat dibandingkan dengan sirloin. Hal ini karena daging tenderloin sudah memiliki tekstur yang lebih empuk dibandingkan sirloin.5. RasaTentunya kedua bagian daging akan memiliki rasa yang lezat setelah diolah. Namun, ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Daging sirloin yang diolah dengan tepat memiliki aroma tertentu dengan tekstur yang lebih kenyal.Sedangkan, daging tenderloin akan memiliki tekstur yang lembap dibandingkan sirloin. Tenderloin juga memiliki aroma daging yang lebih kuat jika dibandingkan dengan sirloin.Itulah perbedaan dari daging sapi sirloin dan tenderloin. Tentunya kamu bisa memilih jenis daging sapi sesuai dengan kesukaanmu. Pastikan juga untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi daging sapi.Ada banyak gangguan kesehatan yang bisa dialami ketika mengonsumsi daging terlalu banyak, seperti konstipasi, meningkatnya kadar kolesterol, dehidrasi, dan meningkatnya risiko gangguan jantung.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler