Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) menuntut setiap perwakilan kontingen PPK Kecamatan di Kudus menghadirkan olahan makanan inovatif dengan memanfaatkan ikan kutuk atau ikan gabus sebagai bahan pangan lokal.

Lomba yang merupakan rangkaian Hari Jadi ke-474 Kabupaten Kudus ini digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (6/9/2023). Dalam perlombaan ini, PKK Kecamatan Kota bahkan mengangkat tujuh menu B2SA dari olahan ikan kutuk.

Yulistiyani, perwakilan PKK Kecamatan Kota mengatakan, ada berbagai macam menu yang disajikan. Mulai dari rolade kutuk kelor, sup kutuk daun kelor, pantel kutuk, kare kutuk, hingga es krim kutuk.

Es krim ikan kutuk sendiri diolah dengan menggunakan perasa stroberi. Sebelum diolah menjadi es krim, daging ikan kutuk perlu dikukus terlebih dahulu.

”Jeruk nipis, wortel, tomat, terus ikan kutuk diambil dagingnya untuk dikukus. Setelah itu, diblender jadi satu dan diolah menjadi es krim dengan pengental menggunakan maizena atau tepung jagung,” katanya, Rabu (6/9/2023).

Ia menjelaskan, tak mudah untuk membuat berbagai inovasi olahan makanan utama dan kudapan dari ikan kutuk itu. Dilakukan riset selama satu bulan untuk mencari resep dan mempraktikannya hingga menjadi menu yang memiliki cita rasa enak.

”Jadi itu kami cari menu makanan sehat untuk anak, bapak, dan ibu seperti yang sudah ditentukan. Lalu resepnya kami cari sendiri,” ujarnya.

Pihaknya sendiri sangat sepakat dengan tema pangan lokal ikan kutuk yang diangkat kali ini. Terlebih, ikan kutuk memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan mudah ditemukan di wilayah Kudus.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News