Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Es krim Rungkat namanya, salah satu inovasi menu pencuci mulut atau dessert yang sangat nikmat. Eskrim rungkat memiliki arti rujak pamelo dan alpukat (rungkat).

Sesuai namanya, Eskrim rungkat disajikan dengan layer berlapis. Paling bawah, ada rujak buah jeruk pamelo. Bagian tengah terdapat buah alpukat khas lereng gunung muria. Baru diatasnya terdapat eskrim vanila yang ditaburi toping bulir jeruk pamelo.

Eskrim Rungkat ini memiliki rasa yang sangat khas dan berbeda dengan berbagai jenis olahan eskrim lainnya. Pasalnya, ada rasa sedikit pedas yang terasa dari rujak pamelo yang membuat rasa eskrim rungkat ini anti mainstream.

Eskrim Rungkat ini, bisa kalian dapatkan di Berpijar Coffee n Resto yang berada di kompleks wisata Pijar Park, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Jaraknya kurang lebih 15 menit arah Utara, dari pusat Kota Kudus.

Harganya pun tak menguras kantong, cukup Rp15 ribu sudah bisa menikmati segarnya Eskrim Rungkat ini. Bagi penyuka es krim, menu ini layak untuk dicoba.

CEO Berpijar Coffee n Resto Pujiharto mengatakan, menu Eskrim Rungkat ini muncul dari inspirasi ingin memunculkan menu dessert baru yang memiliki rasa khas. Sudah dua bulan terakhir, Eskrim Rungkat mulai dijajakkan di Berpijar Coffee n Resto.

”Resep menu Eskrim Rungkat ini bisa dibilang tidak sengaja, karena sempat makan rujak dan eskrim bareng. Kemudian kami padukan dengan jeruk pamelo dan alpukat,” katanya, Selasa (21/11/2023).

Ia menjelaskan, jeruk pamelo dan alpukat dipilih lantaran merupakan hasil alam lokal di wilayah lereng muria Kudus. Pihaknya juga ingin mengangkat buah lokal untuk jadi kudapan menu di restonya.

“Jadi kami juga ingin mengangkat potensi jeruk pamelo dan alpukat yang merupakan buah hasil alam lokal di wilayah kami,” ujarnya.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News