Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – PepsiCo menutup pabrik produksi Quaker Oats di Danville, Illionis, Amerika Serikat. Penyebabnya, produk granola dan sereal yang diproduksi, ditemukan bakteri Salmonella.

Salmonella merupakan bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri.

Temuan itu diungkap Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)-nya Amerika Serikat.

Dalam laporan yang dikutip Jumat (12/7/2024), produk itu sendiri sebenarnya telah ditarik sejak 2023 dan dihentikan produksi sejak Desember 2023.

FDA menyebut, bakteri salmonella diperkirakan sudah ada selama empat tahun terakhir di pabrik Illinois bertanggung jawab atas penarikan besar-besaran produk Quaker Oats akhir tahun lalu.

Meski telah ditutup, FDA memperingatkan tindakan itu tak cukup untuk mengurangi risiko kontaminasi salmonella di pabrik lain dan ada potensi penyebaran lain. Sayangnya, Quaker Oats tidak memberikan pernyataan atau klarifikasi.

Melansir dari CNBC Indonesia, dalam laporan Quartz, terungkapnya kasus itu dimulai dari laporan batangan granola yang dinyatakan positif banteri salmonella pada November 2023.

Laboratorium PepsiCo kemudian mengonfirmasi kontaminasi itu pada Desember dan langsung menutup pabrik di Illionis itu.

Beberapa hari kemudian, pengawas FDA menemukan salmonella di celah lantai pabrik. Quaker Oats kemudian mengakui mereka telah mendeteksi jenis salmonella yang sama di fasilitas tersebut setidaknya sejak tahun 2020, yang menunjukkan bahwa jenis tersebut dapat bertahan selama itu.

Perusahaan juga menemukan strain yang sama di 13 sampel lingkungan sejak tahun 2022. Namun sumber kontaminasi tidak pernah teridentifikasi.

’’FDA sekarang meminta Quaker Oats untuk mengevaluasi apakah tindakan perbaikan serupa diperlukan di pabrik Anda yang lain untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi,’’ tambah laporan itu.

Salmonella merupakan bakteri yang dapat membuat penderita terkena salmonellosis. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), terdapat sekitar 1,35 juta kasus salmonellosis, dengan 26.500 rawat inap dan 420 kematian setiap tahun di AS.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler