Selasa, 27 Februari 2024

Kuliner Pecok Benem Daging, Garang Asemnya Warga Kudus Kulon

Anggara Jiwandhana
Sabtu, 27 Januari 2024 22:13:00
Pecok Benem Daging, Garang Asemnya warga Kudus Kulon (Murianews/Sakjose)

Murianews, Kudus – Nama kuliner khas Kudus Kulon ini memang agak nyentrik, Pecok Benem Daging. Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, bisa berarti mencacah dan menenggelamkan daging.

Ya, cara memasak penganan ini memang demikian. Daging dicacah menjadi kecil-kecil dan dibenamkan atau ditenggelamkan ke adonan tahu putih yang juga dicacah-cacah.

Setelah dua bahan utama tersebut dicacah, kemudian dimasukkan ke daun pisang dan ditambahkan kocokan putih telur serta bumbu-bumbu dapur menyerupai bumbu garang asem.

Bungkus daun pisang tersebut kemudian ditusuk rapat kemudian dikukus dengan waktu yang tidak lama. Pecok Benem Daging pun sudah matang dan sangat enak disantap saat panas-panas.

Kalau kamu penasaran dengan rasa penganan ini, mampir saja ke Pasar Kuliner Jadul Ta’sis Masjid Menara Kudus ke 489 tahun 2024 di Taman Menara Kudus, Jawa Tengah. Festival makanan ini digelar sejak Kamis (20/1/202) hingga Selasa (30/1/2024) mendatang.

Seperti bumbunya, rasa dari penganan ini sangat mirip dengan Garang Asem Ayam khas Kota Kretek. Namun yang membedakan cuma bahan dasarnya saja. Selebihnya sama dan mirip.

Penjual Pecok Benem Daging khas Kudus Kulon Devi menuturkan, daging kerbau dikukus terlebih dahulu sebelum diolah menjadi pecok benem.

Itu dilakukan agar dalam proses pengukusan tidak membutuhkan waktu yang lama. Teknik ini pun akan menjaga tahu tetap pada kelembutan terbaiknya. Sehingga rasanya, bisa Sakjose Tenan!

”Kalau kelamaan tahunya nanti hancur, makanya kan direbus dulu dagingnya, baru dikukus,” ujarnya pada Murianews.com

Satu porsi Pecok Benem daging sendiri ia jual dengan harga Rp 10 ribu saja. Namun memang tidak dilengkapi dengan nasi putih.

”Ini memang untuk lauk, sangat cocok kalua dimakan pas panas-panas,” pungkasnya.

Bila kamu berminat, kunjungilah festival kuliner itu. Banyak aneka penganan jadul alias tempo dulu dihadirkan. Tercatat ada sekitar 25 stan penjual yang menjajakan penganan-penganan khas jaman dulu.

Pembukaan kegiatan Ta'sis sendiri sudah berlangsung di pelataran Menara Kudus, di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) Kamis (26/1/2024) malam.

Mengusung tema Merawat Pranatan Menjaga Peradaban, Ta’sis Menara menghadirkan banyak agenda yang bisa kamu ikuti.

Seperti Parade Hadrah dan Tembayatan Punden Belik, Pembacaan Maulid Al-Barzanji, Bahtsul Masail, Kirab Punden dan Belik hingga Terbang Kolosal dan Muhibah Internasional.

Komentar