Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Bagi warga Kudus dan sekitarnya, siapa tak kenal Desa Rahtawu di Kecamatan Gebog. selain terkenal dengan wisata air khas pengunungannya, Rahtawu juga dikenal sebagai surganya kuliner entog.

Seiring berkembangnya zaman, memang cukup banyak warga setempat maupun investor yang membuka warung-warung kuliner. Mayoritas di antaranya menyediakan kuliner berbahan utama, yakni entog atau itik. Ada yang digoreng, tongseng, rica, hingga dibakar.

Namun tahukah kamu, dari sekian banyaknya warung yang menjajakan kuliner ini, ada satu warung yang bisa dibilang menjadi pelopor berkembangnya kuliner entog goreng di desa tertinggi di Kudus itu.

Adalah Warung Entog Mbah Ngimin yang berdiri sejak tahun 1997 silam. Warung ini bahkan sudah berjualan kuliner entog ini sebelum listrik masuk merata di Rahtawu.

Di awal buka, warungnya hanya bermodalkan bangunan semi permanen dengan penerangan sentir. Bangunan inilah yang dipertahankan hingga kini. Bedanya, listrik kini sudah masuk dan warungnya jadi terang.

Warung ini juga yang buka hingga lepas maghrib. Mayoritas warung lainnya, lebih memilih tutup seiring menurunnya aktifitas wisatawan.

Mas Adi Kribow dan Tim Sakjose Murianews.com pun datang dan mencoba kuliner yang bisa dibilang legendaris ini.

Hasilnya, walau tak banyak pilihan olahan, warung ini tetap punya keontetikan rasa yang khas. Entognya tersaji di wadah sehingga pengunjung bebas memilih potongan mana yang akan disantap.

Bila ingin dilahap panas, pengunjung bisa meminta untuk digoreng kembali. Cocolan sambal mentah dan matang khas Kudusan pun sudah tersaji dan siap menemani.

Bila ingin yang sedikit berbumbu, kamu bisa memesan rica-ricanya. Sama seperti entog goreng, pengunjung dipersilahkan memilih potongan mana yang akan dirica. Kemudian Bu Ngimin akan memasaknya secara fresh.

Dua penganan inipun mendapat predikat SakJose Tenan dari Mas Adi Kribow. Satu porsi kuliner ini dibanderol dengan harga Rp 30 ribu dengan porsi nasi sesuka kamu, alias free nambah!

Bila kamu penasaran, kamu bisa menemukan warung ini di google maps dengan nama Kopi Mbah Men Rahtawu.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler