Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Bagi pencinta soto, tentu sudah tak asing lagi dengan Soto Lamongan Moro Seneng Mas Dian. Selain rasanya yang lezat dan nikmat, soto yang dibanderol dengan harga Rp 12 ribu ini bisa meringankan pengar dan kembung.

Bagi kamu yang penasaran, warung soto Mas Dian ini ada di dua lokasi. Pertama di Pasar Kliwon Kudus dan yang kedua ada di Jalan PG Rendeng, Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus.

”Kedai di pasar Kliwon sudah berdiri 10 tahun lalu. Buka setiap pukul enam sampai satu malam. Lokasinya di PKL sebelah utara,” kata Dian (37) kepada Murianews.com, Rabu (22/5/2024).

Kedua kedai sama-sama menjajakan soto lamongan, rawon khas Jawa Timur, lontong kikil dan kare ayam. Dian mengaku membuat resep sendiri dengan belajar pada saudara-saudaranya di Mojokerto, Jawa Timur.

”Menghasilkan resep perlu trial and error atau uji coba. Jadi, resep harus dihasilkan sendiri,” ujar Dian.

Pria asli lamongan ini mengaku bisa menjual soto 60-70 mangkuk perhari di hari kerja. Pada hari minggu, penjualan bisa mencapai 100 mangkuk perhari.

”Itu penjualan untuk sotonya saja. Belum menu-menu yang lainnya,” pungkas Dian.

Untuk jam buka kedai di Rendeng ini, Dian mulai pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Sementara, pada hari libur, Dian bisa tutup lebih awal pada pukul 11.00 siang.

Karena lokasi yang strategis dan dekat dengan wilayah perkantoran, banyak langganan berasal dari pegawai sekitar.

”Ada dari dinas BPBD sini, kepolisian, atau samsat. Terkadang mereka telepon untuk pesan, kemudian datang rombongan 15 orang,” ujar Dian.

 Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler